Walaupun di masa pandemi SMK Negeri 4 Kab. Tangerang berpasrtisipasi dalam lomba tumpeng yang diadakan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia adalah salah satu direktorat yang baru lahir di Kementerian Pendidikan dan Kebudayan. Dalam rangka dies natalies Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (DIKSI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang pertama ini, mengadakan berbagai kegiatan dan lomba yang dapat diikui oleh berbagai kalangan. Salah satu lombanya adalah lomba kreasi tumpeng sehat di era pandemic secara daring, Seperti diketahui bersama bahwa nasi tumpeng adalah salah satu tradisi warisan budaya bangsa Indonesia yang biasa ditemukan di beberapa ritual. Tumpeng merupakan akronim dari budaya Jawa yaitu Yen Metu Kudu Mempeng, Mlebu Kudu Sing Kenceng. Adapun akronim jawa ini mengandung maksud bahwa jika kita memiliki niat agar dibarengi dengan kemauan yang kuat dan jika sudah melaksanakan, maka harus mempunyai tekad dan semangat yang sunguh-sungguh. Filosofi nasi tumpeng dimulai dari dasar nasi tumpeng yang melambangkan bahwa orang harus berjuang hidup, memiliki hidup yang bermakna, dan tidak mudah putus asa oleh hal biasa tersebut. Kita harus berani menghadapi dunia sehingga kita tahu mana yang benar dan yang salah. Ukuran kerucut dibuat sebagai lambang kondisi geografis di Indonesia. Artinya tidak hanya di pulau Jawa dan Bali yang memiliki banyak gunung dan gunung berapi yang masih aktif tetapi juga di seluruh Indonesia. Lauk pauk pada nasi tumpeng sebaiknya berasal dari kombinasi makanan di bumi dan air atau laut. Artinya, nasi tumpeng merupakan lambang keberagaman yang agung. Bahwa kita harus lebih beragaman karena membuat hidup kita lebih indah. Tujuh jenis lauk nasi tumpeng memiliki arti tujuh bantuan yang datang dari mana saja saat kita sangat membutuhkannya. Angka 7 dalam budaya Jawa diartikan sebagai Pitu sebagai Pitulungan atau penolong. Telur di lauk berarti kebersamaan dalam hidup. Ikan berarti simbol perjuangan karena kita harus berjuang untuk kehidupan yang lebih baik. Ayam berarti kita menghindari sifat sombong, egois, dan tamak. Sayur pada lauk nasi tumpeng berarti perlindungan dan pertimbangan saat kita ingin memutuskan sesuatu. Sayuran tersebut penting untuk menjadi benteng hidup kita. Dengan filosofi yang begitu agung dan representasi dari bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan kehidupan dengan lahirnya DIKSI serta dalam rangka menanamkan dan memelihara warisan budaya bangsa maka DIKSI mengadakan lomba kreasi tumpeng sehat di era pendemi yang dilakukan secara maya ini.

Kepala Sekolah SMKN 4 Kab. Tangerang Ibu Suharni mengatakan “ Dalam perlombaan ini kita menampilkan sajian tumpeng yang berbeda dari biasanya dengan berbentuk segi empat, filosofi dari yang kami sajikan ini adalah dengan menambahkan ceker ayam yang menandakan peserta didik kami pandai mencari rezeki, telur bulat menandakan kebulatan tekad, lalu dipagari dengan kacang panjang yang memiliki arti bahwa kami siap memagari budi pekerti dan pendidikan peserta didik kami dari hal-hal yang kurang baik.”


Bagikan artikel ini